←
Kembali ke News
https://narasi.tv/read/narasi-daily/mengenal-npd-narcissistic-personality-disorder
Sekilas, seseorang dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik kerap terlihat sangat percaya diri, karismatik, dan menyenangkan. Namun, di balik pesona tersebut, terdapat pola perilaku manipulatif yang sering kali tidak disadari oleh orang-orang di sekitarnya.
Psikolog mengingatkan bahwa membiarkan diri terjebak dalam hubungan dengan individu NPD dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Lantas, apa saja ciri-ciri NPD yang sering dianggap biasa namun perlu kamu waspadai?
1. Merasa Selalu Menjadi Korban (Playing Victim)
Salah satu taktik paling umum dari individu dengan NPD adalah memutarbalikkan narasi. Ketika konflik terjadi, bahkan akibat kesalahan mereka sendiri, orang dengan NPD cenderung memosisikan diri sebagai korban. Pada akhirnya, pihak lawan yang justru merasa bersalah dan terdorong untuk meminta maaf.
2. Memutarbalikkan Fakta (Gaslighting)
Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis di mana pelaku membuat korban meragukan ingatan, persepsi, atau kesehatan mental mereka sendiri. Kalimat seperti "Kamu terlalu sensitif" atau "Aku tidak pernah bilang begitu" kerap digunakan untuk mengikis rasa percaya diri korban secara perlahan.
3. Anti Kritik dan Menggunakan Silent Treatment
Individu NPD memiliki ketahanan emosional yang sangat rapuh terhadap teguran. Masukan atau kritik kecil dapat memicu amarah yang berlebihan (narcissistic rage). Jika tidak meluapkan amarah, mereka kerap menggunakan aksi diam (silent treatment) sebagai bentuk hukuman emosional hingga lawan bicaranya menyerah.
4. Minim Empati namun Tinggi Validasi
Meskipun menuntut perhatian dan pujian terus-menerus, seorang dengan NPD umumnya kesulitan untuk menunjukkan empati yang tulus. Dalam percakapan sehari-hari, mereka cenderung mengalihkan topik agar fokus kembali pada diri mereka sendiri, tanpa benar-benar peduli pada kondisi atau perasaan orang lain.
Bagaimana Cara Menghadapinya?
Jika kamu mulai menyadari ciri-ciri ini pada pasangan, rekan kerja, atau anggota keluarga, langkah utama yang perlu dilakukan adalah membuat batasan emosional yang tegas (setting boundaries). Hindari mencoba "mengubah" atau "memperbaiki" perilaku mereka, karena perubahan pada NPD memerlukan intervensi profesional yang intensif.
Mengamankan diri sendiri dan berkonsultasi dengan psikolog merupakan opsi bijak jika interaksi yang terjadi mulai mengganggu kesejahteraan emosionalmu sehari-hari.
Sering Dianggap Biasa, Ini Ciri-Ciri NPD yang Harus Kamu Sadari
Psikolog mengingatkan bahwa membiarkan diri terjebak dalam hubungan dengan individu NPD dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Lantas, apa saja ciri-ciri NPD yang sering dianggap biasa namun perlu kamu waspadai?
1. Merasa Selalu Menjadi Korban (Playing Victim)
Salah satu taktik paling umum dari individu dengan NPD adalah memutarbalikkan narasi. Ketika konflik terjadi, bahkan akibat kesalahan mereka sendiri, orang dengan NPD cenderung memosisikan diri sebagai korban. Pada akhirnya, pihak lawan yang justru merasa bersalah dan terdorong untuk meminta maaf.
2. Memutarbalikkan Fakta (Gaslighting)
Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis di mana pelaku membuat korban meragukan ingatan, persepsi, atau kesehatan mental mereka sendiri. Kalimat seperti "Kamu terlalu sensitif" atau "Aku tidak pernah bilang begitu" kerap digunakan untuk mengikis rasa percaya diri korban secara perlahan.
3. Anti Kritik dan Menggunakan Silent Treatment
Individu NPD memiliki ketahanan emosional yang sangat rapuh terhadap teguran. Masukan atau kritik kecil dapat memicu amarah yang berlebihan (narcissistic rage). Jika tidak meluapkan amarah, mereka kerap menggunakan aksi diam (silent treatment) sebagai bentuk hukuman emosional hingga lawan bicaranya menyerah.
4. Minim Empati namun Tinggi Validasi
Meskipun menuntut perhatian dan pujian terus-menerus, seorang dengan NPD umumnya kesulitan untuk menunjukkan empati yang tulus. Dalam percakapan sehari-hari, mereka cenderung mengalihkan topik agar fokus kembali pada diri mereka sendiri, tanpa benar-benar peduli pada kondisi atau perasaan orang lain.
Bagaimana Cara Menghadapinya?
Jika kamu mulai menyadari ciri-ciri ini pada pasangan, rekan kerja, atau anggota keluarga, langkah utama yang perlu dilakukan adalah membuat batasan emosional yang tegas (setting boundaries). Hindari mencoba "mengubah" atau "memperbaiki" perilaku mereka, karena perubahan pada NPD memerlukan intervensi profesional yang intensif.
Mengamankan diri sendiri dan berkonsultasi dengan psikolog merupakan opsi bijak jika interaksi yang terjadi mulai mengganggu kesejahteraan emosionalmu sehari-hari.